Mungkin saja ada yang menolak pendapat di atas dengan menunjuk dalil bahwa di dunia ini ada orang yang pasrah dengan apa yang diberikan Tuhan (zuhud dan sufi). Jawabnya, tentu saja bukan, karena mereka adalah orang yang ingin lebih baik di hadapan Tuhannya. Mereka bukan tidak ingin lebih baik dalam semua keadaan, melainkan mereka menginginkan hidup lebih baik dalam kehidupan jangka panjang. Semua orang ingin hidup lebih baik, termasuk saya dan anda.
Jika semua orang ingin hidup lebih baik, lalu mengapa tidak semua manusia bisa menjadi lebih baik? Jika ada orang yang tidak menjadi lebih baik, bisa jadi dia mengalami karancuan dalam memahmi apa yang dimaksud dengan lebih baik. Padahal kondisi lebih baik itu sederhana saja, yaitu kondisi di mana seseorang memiliki nilai tambah, dalam setiap kondisi.
Jika sudah memahami kondisi lebih baik tetapi tetap tidak menjadi lebih baik, mungkin dia tidak memiliki kekuatan. Rasulullah bersabda: “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah.” (Al-hadits). Kekuatan untuk menjadi lebih baik, adalah mutlak diperlukan oleh setiap orang yang ingin menjadi lebih baik. Kekuatan itu tidak hanya fisik, sebab jika kekuatan hanya menunjuk kepada fisik, maka akan ada banyak orang mukmin yang tidak dicintai Allah SWT, tetapi kekuatan itu adalah juga kekuatan ruhani, ilmu, mental, materi, dan lain sebagainya.. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnnya Allah SWT tidak melihat fisik kalian dan tidak pula pada pakaian kalian, melainkan Allah melihat pada hati kalian.” (Al-Hadits)
Ringkasnya, mari kita pahami dengan benar apa sesumgguhnya kondisi lebih baik itu dan kapan kita disebut lebih baik, dari sisi mana kita pantas disebut lebih baik (dari sisi harta benda atau dari sisi iman dan takwa), siapa pula yang berhak menilai diri kita ini lebih baik (Allah atau manusia), lalu kumpulkan kekuatan untuk meraih kondisi lebih baik, selanjutnya mari kita berusaha menjadi lebih baik. Wallahu a’lam bish-showab. (Rohmadi Ibn Saib)
MELEJITKAN POTENSI DIRI
Potensi adalah kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang baik berupa ruhani maupun jasmani. Manusia memiliki potensi ruhani (batin) berupa fitrah (berjiwa suci / islam sejak lahir), sebagaimana sabda Nabi: ”tiap-tiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah.” Sedangkan potensi jasmani adalah kemampuan buatan (bentukan) yang sering kita sebut dengan keterampilan.
Potensi yang ada kadang tidak kita sadari pengaruhnya terhadap hidup kita, sehingga perlu kita lejitkan agar lebih berasa. Faktor penting dalam melejitkan potensi diri adalah kesadaran diri akan sangkan paraning dumadi: dari mana dan mau kemana hidupnya? Dari mana menyangkut masalah kesadaran asal-mula. Kesadaran asal-mula ini akan menghantarkan dia pada visi hidup, yaitu mau jadi apa? Kemana tujuan hidupnya? Kesadaran akan tujuan dan bentuk kehidupan yang akan dia jalani menuntut adanya misi atau cara. Jadi melejitkan potensi diri harus diawali dengan kemampuan menyadari asal-mula dirinya, kemudian menentukan visi (jadi apa?) dan misi (bagaimana caranya?).
Asal-mula tubuh manusia adalah dari tanah, sedangkan nyawanya adalah dari Allah SWT. Visi manusia adalah menjadi hamba Allah (Q.S: Adz-Dzariyat: 56: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”), lalu menjadi khalifah Allah SWT (Q.S: al-Baqarah: 30: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."). Jika para hamba dan khalifah Allah SWT itu melejitkan potensi dirinya maka mereka bisa bisa menjadi umat yang terbaik (Q.S: ali Imran: 110: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah).
Sedangkan misi hidupnya adalah menjalani proses dengan beberapa tahapan (marhalah) yaitu dengan berupaya menepati 10 hal di bawah agar menjadi hamba, khalifah dan umat terbaik:
۶- قوي الجسم (Berbadan kuat) ۷- مثقف الفكر (Berwawasan luas) ۸- منظم في شؤونه(Teratur keadaannya) ۹- حارس علي وقته(Menjaga waktunya) ۱۰- نافع لغيره (Bermanfaat bg orang lain) | ۱- ســليم العقيدة (Aqidahnya Selamat) ۲- صحيح العبادة (Ibadahnya Benar) ۳- متين الخلق (Akhlaqnya Mantab) ۴- مجاهد لنفسه (Bersungguh2 thdp diri sendiri) ۵- قادرعلي الكسب (Mampu bekerja) |
Potensi manusia yang sesungguhnya adalah menjadi manusia fitrah (muslim) yang shaleh, shaleh secara ritual (aqidah dan ibadah) juga saleh dalam hal diri pribadi dan social (point 3-10). Wallahu a’lam bish-showab. (Rohmadi Ibn Saib)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar